Nutrisi Selain ASI yang Dibutuhkan Bayi Setelah 6 Bulan Pertama

Nutrisi yang Dibutuhkan Bayi Setelah Usia 6 Bulan Selain dari ASI

Selepas melewati 6 bulan pertama usia si kecil maka zat-zat yang terkandung dalam ASI tetap dibutuhkan. Selain daripada itu, terjaminnya nutrisi lain yang nantinya terpenuhi dari makanan pendamping ASI menjadi perhatian lanjutan para orang tua yang tak kalah penting. Maka para ibu pintar musti mulai memilih dan memilah sumber makanan untuk mencukupi nutrisi selain ASI yang dibutuhkan bayi setelah 6 bulan pertama. Fungsi dari makanan pendamping itu sendiri adalah sebagai penyuplai energi yang lebih besar karena dia akan semakin aktif dan juga untuk memacu perkembangan serta pertumbuhannya.
Yang perlu diingat dan diperhatikan baik - baik saat Anda menyediakan makanan pendamping tersebut adalah pemilihan sumber makanan, dosis dan tekstur yang mudah dicerna agar tidak memberatkan kerja usus dan saluran pencernaan lain yang notabene masih belum sekuat orang dewasa. Pengenalan jenis makanan baru juga musti dilakukan perlahan agar si kecil terbiasa dan memang menyukainya.

Nutrisi yang Dibutuhkan Bayi Setelah Usia 6 Bulan Selain dari ASI

Berikut adalah zat sebagai nutrisi bayi terpenting yang sebaiknya diprioritaskan;

Zat Besi

  • Otak bayi akan terus berkembang dan pada usia ini menjadi masa perkembangan sel neuron yang sangat aktif dan memerlukan gizi tinggi salah satunya adalah zat besi.
  • Pada umumnya saat dilahirkan, sang bayi secara alamiah sudah dibekali zat besi dalam tubuhnya yang cukup untuk bertahan 4 hingga 5 bulan. Selebihnya dari waktu itu kebutuhan zat besi untuk selanjutnya harus dipenuhi dari asupan makanan luar.
  • Kadar ideal yang diperlukan adalah sekitar 11 mg tiap hari. Selain untuk perkembangan sel otak zat besi juga penting bagi pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Mengenai dosis kebutuhan dan detil fungsi zat besi silakan kunjungi dengan klik artikel berikut;  FUNGSI ZAT BESI UNTUK TUBUH SEHAT.
  • Zat besi hadir dalam sayuran seperti bayam, kacang kedelai, telur, kentang dan beberapa jenis buah-buahan. Untuk lengkapnya silakan post terkait yang dapat Anda klik di bagian akhir tulisan ini.

Seng

  • Zinc atau seng juga merupakan salah satu mineral yang tak kalah penting untuk bayi baru lahir Anda.
  • Bubur sereal entah dari gandum maupun beras pilihan kaya akan kandungan seng dan bayi dalam sehari membutuhkannya sekitar 3 gram.
  • Jika zat besi tadi baik untuk pembentukan sel darah merah maka seng sangat membantu dalam produksi sel darah putih yang fungsinya melawan berbagai jenis infeksi.
  • Seng juga termasuk unsur vital dalam pertumbuhan sel-sel tubuh dan memperbaiki adanya kerusakan di dalamnya.
  • Selain dari sereal, Anda bisa memenuhi kebutuhan seng untuk bayi dengan memberinya yoghurt, susu murni, keju, sayuran dan buah-buahan tertentu.

Kalsium

  • Bayi Anda setidaknya memerlukan 500 mg kalsium dalam sehari.
  • ASI sendiri sudah kaya dengan kalsium namun seiring pertumbuhan usia, bayi tetap memerlukan tambahan asupan kalsium dari sumber makanan lain.
  • Fungsi zat ini adalah untuk membangun sel-sel tulang dan gigi serta memperkuatnya.
  • Dengan tercukupinya kebutuhan kalsium maka akan lebih menjaga bayi dari patah tulang atau cidera lain mengingat bayi sudah mulai aktif bergerak, merangkak, berlari dan bermain. Bertumbuhan gigi yang normal dan kuat agar bisa mencerna makanan dengan baik juga membutuhkan kalsium.
  • Outmeal, keju, yoghurt jus jeruk, buah-buahan dan sayuran tertentu dapat Anda andalkan untuk mencukupi Kalsium yang dibutuhkan si kecil.

Vitamin Esensial untuk Bayi Usia 6 Bulan

Berikut adalah beberapa vitamin esensial yang wajib terpenuhi oleh bayi Anda yang sedang dalam masa pertumbuhan;
  1. Vitamin A: Terkenal sebagai zat pembangun agar penglihatan tajam dan kulit sehat. Vitamin ini hadir di dalam wortel, brokoli, ubi jalar, pepaya, tomat dll.
  2. Vitamin B: Sangat diperlukan untuk kelancaran proses metabolisme yang baik dan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Sumber vitamin ini berupa mayoritas sayuran yang berdaun hijau, pisang, kacang-kacangan dan lain-lain.
  3. Vitamin C: Penting untuk kehalusan dan elastisitas kulit serta melindunginya dari kelainan dan penyakit kulit misalnya kudis. Vitamin C juga baik untuk kekebalan tubuh agar tidak mudah lelah. Anda bisa menemukan vitamin C dengan kadar cukup baik pada buah tomat, stroberi, buah sitrus, jeruk dan buah – buah lain yang memiliki rasa asam.
  4. Vitamin D: Sangat penting untuk penguatan tulang dan jika kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit rakhitis. Banyak yang menganggap bahwa vitamin D Padahal vitamin D sulit didapat, padahal kita dapat menemukannya dengan mudah pada susu sapi  dan kuning telur. Bahkan kita bisa mendapatkannya gratis langsung dari alam berupa sinar matahari di pagi hari.
  5. Vitamin E: Nah ini dia vitamin yang berperan kuat sebagai anti-oksidan, memperpanjang umur sel-sel tubuh, menunjang pengembangan sistem saraf. Vitamin E bisa didapat dari sereal, kacang-kacangan dan Minyak Nabati seperti VCO, Minyak Zaitun dll.
  6. Vitamin K: Diperlukan sebagai penghasil trombosit yang peranannya begitu vital dalam proses pembekuan darah dan membantu penyerapan kalsium. Untuk memperoleh vitamin k, bayi Anda harus mengonsunmsi sayuran hijau yang cukup, beberapa jenis kacang dan minyak ikan.

Omega 3 Asam Lemak yang Unik

Sebagai salah satu asam lemak esensial yang tidak mampu diproduksi oleh tubuh sehingga harus disuplai dari luar, maka pemenuhan kebutuhan akan Omega 3 wajib diperhatikan sumbernya. Meskipun ASI juga mengandung Omega 3 tetapi karena seiring dengan pertumbuhan yang terus-menerus pada Bayi maka penambahan suplai Omega 3 dari luar tubuh menjadi kebutuhan primer.
  • Asam lemak jenis ini mampu meningkatkan fungsi otak, menjaga pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental yang normal pada bayi Anda.
  • Perkembangan penglihatan bayi dan kemampuan kognitifnya juga tidak lepas dari peranan Omega 3 ini.
  • Anda bisa mendapatkan asupan Omega 3 yang cukup dan seimbang dengan memberi sang bayi ikan salmon, minyak ikan tuna atau ikan kod.
  • Untuk sumber dari ikan air tawar yang terbaik adalah dari belut maupun sidat yang kadar dan kualitas Omega 3 sebenarnya justru lebih tinggi dari yang terkandung dalam hewan laut.
  • Omega 3 yang paling aman dan ideal untuk tubuh adalah yang berasal dari minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak kelapa murni/ VCO
  • Untuk sumber nabati lain yang kaya Omega 3 Anda bisa memberikan jus alpukat atau bubur alpukat.
  • Baik untuk orang dewasa maupun bayi dan anak-anak Omega 3 mampu mencegah terjadinya peradangan pada organ-organ penting tubuh maupun berbagai kelenjar. Oleh karena itu Omega 3 sebagai Asam Lemak rantai panjang tak jenuh dikenal sebagai zat anti inflamasi yang sangat ampuh.
  • Menjaga asupan Omega 3 yang cukup juga dapat menjaga kualitas darah tetap bersih dan Anda serta si kecil memiliki elastisitas pembuluh darah yang sangat baik. Dapat memperkecil resiko penyakit jantung koroner, kanker dan artritis di kelak kemudian hari.



                       Sumber Nutrisi dan Vitamin yang Baik untuk Anak